Pendahuluan
UMKM Bisa Ekspor ? Ini Syarat Dasar yang Wajib Dipenuhi. Banyak pelaku UMKM bermimpi produknya bisa dijual ke luar negeri. Tapi di saat yang sama, muncul keraguan: “UMKM kecil kayak saya bisa ekspor nggak sih?” atau “Pasti ribet dan mahal ya?”
Faktanya, UMKM bisa ekspor, dan banyak yang memulainya dari skala kecil. Kuncinya bukan modal besar, melainkan memahami syarat dasar yang perlu dipenuhi sejak awal. Artikel ini akan membahas syarat ekspor UMKM dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh pemula.

Apakah UMKM Benar-Benar Bisa Ekspor?
Jawabannya: BISA.
Ekspor tidak selalu identik dengan pabrik besar atau kontainer penuh. Banyak UMKM yang mengekspor produknya melalui :
- Forwarder
- Agregator ekspor
- Buyer luar negeri dengan volume kecil
- Marketplace lintas negara
Yang terpenting adalah memahami posisi dan perannya dalam rantai ekspor tersebut.
Syarat Dasar UMKM untuk Memulai Ekspor
Berikut adalah syarat dasar yang paling umum dan realistis bagi UMKM yang ingin mulai melirik ekspor.
1. Memiliki Legalitas Usaha
Legalitas adalah fondasi utama. UMKM setidaknya perlu memiliki:
- NIB (Nomor Induk Berusaha)
- Status usaha yang jelas (perorangan atau badan usaha)
NIB sekarang relatif mudah dibuat melalui sistem OSS, dan menjadi identitas resmi UMKM dalam berbagai aktivitas usaha, termasuk ekspor.
2. Memiliki NPWP
NPWP diperlukan sebagai identitas perpajakan. Untuk UMKM, NPWP tidak selalu berarti pajak besar, tetapi menunjukkan bahwa usaha tersebut terdaftar dan patuh administrasi.
Banyak mitra luar negeri dan pihak pendukung ekspor mensyaratkan NPWP sebagai bagian dari kelengkapan dokumen.
3. Produk yang Jelas dan Konsisten
UMKM tidak harus punya banyak varian produk. Justru lebih baik:
- Fokus pada 1–2 produk unggulan
- Kualitas konsisten
- Bisa diproduksi ulang dengan standar yang sama
Dalam ekspor, konsistensi lebih penting daripada kuantitas.
4. Kemasan dan Label yang Layak
Kemasan dan label sering dianggap sepele, padahal ini adalah wajah produk di mata pembeli luar negeri.
Minimal yang perlu diperhatikan:
- Kemasan rapi dan aman
- Informasi produk jelas
- Tidak menyesatkan
Untuk tahap awal, UMKM tidak harus langsung sempurna, tetapi harus layak jual dan profesional.
5. Rekening Bank atas Nama Usaha
Rekening bank diperlukan untuk:
- Transaksi dengan buyer
- Penerimaan pembayaran
- Pencatatan keuangan yang rapi
Tidak harus rekening luar negeri. Rekening bank nasional sudah cukup untuk tahap awal.
Apakah UMKM Harus Paham Semua Aturan Ekspor?
Tidak harus langsung. Pemula tidak dituntut untuk menguasai seluruh regulasi ekspor. Yang penting:
- Tahu gambaran umumnya
- Tidak asal kirim barang
- Mau belajar bertahap
Banyak UMKM memulai ekspor dengan bantuan pihak lain, sambil perlahan memahami prosesnya.
Kesalahan Umum Saat Baru Ingin Ekspor
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- Menunda karena merasa belum sempurna
- Takut salah aturan sebelum mencoba
- Terlalu fokus ke teknis, lupa ke pasar
Padahal, langkah pertama yang paling penting adalah berani mulai belajar dan mencari informasi yang benar.
Kesimpulan
UMKM bisa ekspor, asalkan memahami dan memenuhi syarat dasar yang diperlukan. Legalitas usaha, produk yang jelas, kemasan yang layak, dan administrasi sederhana sudah cukup untuk membuka pintu menuju pasar internasional.
Melalui Pojok UMKM, pembahasan akan dilakukan secara bertahap agar UMKM tidak merasa terbebani. Artikel selanjutnya akan membahas kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan UMKM pemula agar bisa dihindari sejak awal.
🔖 Catatan:
Ketentuan ekspor dapat berubah sesuai peraturan yang berlaku. Artikel ini disusun sebagai edukasi awal bagi UMKM. Untuk pelaksanaan ekspor secara operasional, pelaku usaha disarankan untuk selalu mengecek ketentuan terbaru melalui instansi dan sistem resmi terkait.