Kamus Istilah Impor Ekspor & Kepabeanan Lengkap A–Z

Kamus Istilah Impor Ekspor & Kepabeanan Lengkap A–Z

Kamus Istilah Impor Ekspor & Kepabeanan Lengkap A–Z. Istilah impor ekspor sering membingungkan importir pemula maupun pelaku bisnis internasional. Dalam proses perdagangan global, terdapat ratusan istilah kepabeanan, logistik, dokumen, dan pembayaran internasional yang memiliki arti hukum serta konsekuensi finansial.

Artikel ini adalah kamus istilah impor ekspor & kepabeanan lengkap A–Z yang wajib dipahami oleh pelaku usaha yang ingin menjalankan bisnis internasional secara aman dan efisien.

Artikel ini adalah glosarium lengkap istilah impor ekspor yang wajib dipahami oleh :

  • Importir & eksportir pemula
  • Pengusaha logistik & forwarder
  • Staf purchasing & supply chain
  • Praktisi kepabeanan & PPJK

Istilah Pelaku Perdagangan Internasional

  1. Eksportir
    Pihak yang menjual dan mengirim barang ke luar negeri.
  2. Importir
    Pihak yang membeli dan memasukkan barang dari luar negeri ke dalam negeri serta bertanggung jawab atas kewajiban kepabeanan.
  3. Consignee
    Pihak yang tercantum pada BL/AWB sebagai penerima barang di negara tujuan.
  4. Shipper
    Pihak yang mengirim barang dari negara asal. Biasanya sama dengan exporter.
  5. Notify Party
    Pihak yang harus diberitahu ketika barang tiba di pelabuhan tujuan. Bisa importir, broker, atau forwarder.
  6. Buyer
    Pembeli dalam transaksi internasional.
  7. Seller
    Penjual dalam transaksi internasional.
  8. Beneficiary (LC)
    Pihak penerima pembayaran dalam transaksi Letter of Credit.
  9. Applicant (LC)
    Pihak yang membuka Letter of Credit (biasanya importir).
  10. Freight Forwarder
    Perusahaan jasa pengurusan pengiriman barang internasional.
  11. Shipping Line
    Perusahaan pelayaran pemilik kapal kontainer.
  12. PPJK (Customs Broker)
    Perusahaan pengurusan jasa kepabeanan yang membantu proses clearance di Bea Cukai.

Istilah Dokumen Perdagangan Internasional

  1. Commercial Invoice
    Dokumen tagihan resmi dari penjual kepada pembeli berisi nilai transaksi barang.
  2. Packing List
    Dokumen rincian isi kemasan barang (jumlah, berat, dimensi).
  3. Sales Contract
    Perjanjian jual beli internasional antara buyer dan seller.
  4. Purchase Order (PO)
    Dokumen pemesanan barang dari buyer ke seller.
  5. Bill of Lading (BL)
    Dokumen pengangkutan laut sekaligus bukti kepemilikan barang.
  6. Airway Bill (AWB)
    Dokumen pengangkutan udara. Berbeda dengan BL karena bukan dokumen kepemilikan.
  7. Certificate of Origin (COO)
    Surat keterangan asal barang untuk memperoleh fasilitas tarif.
  8. Insurance Certificate
    Bukti bahwa barang diasuransikan selama pengiriman.
  9. Manifest
    Daftar muatan kapal/pesawat yang diserahkan ke bea cukai.
  10. Delivery Order (DO)
    Surat perintah pengeluaran barang dari pelayaran ke gudang.

Istilah Kepabeanan (Customs Terms)

Ini bagian paling penting buat importir.

  1. PIB (Pemberitahuan Impor Barang)
    Dokumen deklarasi impor ke Bea Cukai Indonesia.
  2. PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang)
    Dokumen deklarasi ekspor.
  3. HS Code
    Kode klasifikasi barang internasional yang menentukan tarif bea masuk dan regulasi.
  4. BTKI
    Buku Tarif Kepabeanan Indonesia
  5. Nilai Pabean
    Nilai barang yang dijadikan dasar perhitungan bea masuk dan pajak impor.
  6. Bea Masuk
    Pungutan negara atas barang impor.
  7. PPN Impor
    Pajak Pertambahan Nilai atas impor barang.
  8. PPh Impor
    Pajak penghasilan pasal 22 impor.
  9. Lartas (Larangan dan Pembatasan)
    Peraturan yang mewajibkan izin khusus untuk impor barang tertentu.
  10. PI (Persetujuan Impor)
    Izin impor dari kementerian teknis.
  11. API (Angka Pengenal Importir)
    Identitas resmi importir di Indonesia.
  12. SPPB
    Surat Persetujuan Pengeluaran Barang dari Bea Cukai.
  13. Jalur Merah / Kuning / Hijau
    Sistem manajemen risiko pemeriksaan impor.
  14. Post Clearance Audit (PCA)
    Audit kepabeanan setelah barang keluar pelabuhan.

Istilah Pengangkutan & Logistik Internasional

  1. Freight
    Biaya pengangkutan barang.
  2. FCL (Full Container Load)
    Pengiriman 1 kontainer penuh milik 1 pengirim.
  3. LCL (Less Container Load)
    Pengiriman gabungan beberapa pengirim dalam 1 kontainer.
  4. Port of Loading (POL)
    Pelabuhan muat di negara asal.
  5. Port of Discharge (POD)
    Pelabuhan bongkar di negara tujuan.
  6. ETA (Estimated Time Arrival)
    Perkiraan waktu kedatangan kapal.
  7. ETD (Estimated Time Departure)
    Perkiraan waktu keberangkatan kapal.
  8. Demurrage
    Biaya keterlambatan pengambilan kontainer di pelabuhan.
  9. Detention
    Biaya keterlambatan pengembalian kontainer kosong.
  10. Transshipment
    Pemindahan barang antar kapal di pelabuhan transit.
  11. Bonded Warehouse / PLB
    Tempet Penimbunan Berikat untuk menimbun barang impor dengan penangguhan bea masuk.

Istilah Pembayaran Internasional

  1. Letter of Credit (LC)
    Metode pembayaran yang dijamin bank.
  2. Sight LC
    Pembayaran langsung setelah dokumen sesuai.
  3. Usance LC
    Pembayaran ditangguhkan sesuai tenor.
  4. Telegraphic Transfer (TT)
    Transfer bank internasional.
  5. Advance Payment
    Pembayaran di muka sebelum pengiriman.
  6. Open Account
    Pembayaran setelah barang diterima.
  7. Bill of Exchange
    Surat perintah pembayaran internasional.
  8. UCP 600
    Aturan internasional penggunaan LC.
  9. Issuing Bank
    Bank pembuka LC.
  10. Advising Bank
    Bank penerus LC di negara eksportir.
  11. Negotiating Bank
    Bank yang memeriksa dokumen LC.

Istilah Risiko & Permasalahan Impor Ekspor

  1. Under Invoicing
    Nilai barang dilaporkan lebih rendah dari sebenarnya.
  2. Over Invoicing
    Nilai barang dilaporkan lebih tinggi dari sebenarnya.
  3. Customs Valuation Dispute
    Sengketa nilai pabean antara importir dan bea cukai.
  4. Discrepancy LC
    Ketidaksesuaian dokumen dalam transaksi LC.
  5. Cargo Damage
    Kerusakan barang selama pengiriman.
  6. General Average
    Biaya kerugian bersama dalam pelayaran.
  7. Force Majeure
    Kondisi luar biasa di luar kendali (bencana, perang).
  8. Short Shipment
    Jumlah barang kurang dari yang dipesan.
  9. Over Shipment
    Jumlah barang lebih dari yang dipesan.

BACA JUGA : Panduan Strategis Incoterms 2020 : Memahami Fungsi dan Implementasi di Bea Cukai
Link Bea dan Cukai

Penutup

Memahami istilah impor ekspor bukan sekadar teori — ini adalah fondasi untuk menghindari masalah hukum, biaya tambahan, dan risiko audit. Banyak kasus sengketa kepabeanan terjadi hanya karena kesalahan memahami istilah atau dokumen.

Jika Anda pelaku usaha yang sedang atau akan melakukan impor, memahami istilah di atas adalah langkah awal untuk menjalankan bisnis internasional secara aman dan efisien.


Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top